Perkuat Sinergi Pencegahan Kekerasan, DP3AP2KB Tangsel Kunjungi Universitas Pamulang
Published on: 20 Jan 2026

DISKUSI PUBLIK
Tangerang Selatan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan melakukan kunjungan koordinasi ke Universitas Pamulang (UNPAM) pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor III Universitas Pamulang Viktor.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan
kekerasan terhadap perempuan dan anak. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran
penting dalam membangun kesadaran mahasiswa serta menciptakan lingkungan kampus
yang aman dan nyaman.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III
Universitas Pamulang, Bapak Dr. Dameis Surya Anggara, S.Pd., M.Pd. Turut hadir
Tim Satgas PPKPT UNPAM, yaitu Bapak Dr. Kartono, S.H.I., M.H. selaku Ketua
Satgas PPKPT, Ibu Nining, S.H., M.H. selaku Kepala Bidang Humas, Pencegahan,
dan Pengaduan, serta Bapak Dr. Ali Imron, S.H., S.S., M.H. selaku Kepala Bidang
Advokasi. Hadir pula Bapak Andri Priadi, S.E., M.M. selaku Kepala LKA.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa
Universitas Pamulang mendukung penuh program-program pencegahan kekerasan,
khususnya di lingkungan kampus. Menurutnya, kerja sama seperti ini penting agar
langkah pencegahan tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga benar-benar
dijalankan melalui kegiatan nyata.
Pihak DP3AP2KB memaparkan sejumlah program yang dapat
dikolaborasikan, antara lain edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan
dan anak, penguatan layanan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas
keluarga, Program Generasi Berencana (GenRe) dan Pusat Informasi Konseling
Remaja (PIK-R), serta Program Kampus Siaga Kependudukan (KSK). Selain itu,
dibahas pula rencana kegiatan sosialisasi dan pembinaan yang dapat melibatkan
mahasiswa secara langsung.
Ketua Satgas PPKPT UNPAM menambahkan bahwa kolaborasi
ini sejalan dengan komitmen Satgas dalam membangun sistem pencegahan dan
penanganan kekerasan yang jelas dan berpihak pada korban. Melalui kerja sama
ini, diharapkan upaya edukasi dan pendampingan dapat berjalan lebih maksimal.
Pertemuan berlangsung dengan suasana diskusi yang
aktif. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil koordinasi melalui
program bersama yang dapat segera direalisasikan. Diharapkan, sinergi ini mampu
memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak, khususnya di lingkungan
pendidikan tinggi.
Penulis : Najwa Nisriina Khairunnisa




