Melalui PKKMB, Satgas PPKPT UNPAM Perkenalkan Mekanisme Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Published on: 21 Feb 2026

SOSIALISASI
Tangerang Selatan, 12 & 14 Februari 2026 – Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Tangerang
Selatan. Salah satu agenda penting dalam PKKMB tahun ini adalah sosialisasi
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), yang
bertujuan menanamkan kesadaran mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan
lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Sosialisasi diadakan untuk Reguler A dan CK pada
tanggal 12 Februari 2026, serta untuk Reguler B dan CS pada tanggal 14 Februari
2026. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Satgas PPKPT, Dr. Kartono,
S.H.I., M.H., yang memaparkan urgensi pembentukan Satgas PPKPT, prinsip
kerja, dasar pembentukan, serta fungsi Satgas dalam mencegah dan menanggulangi
kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Ibu Nining,
S.H., M.H., selaku kepala bidang Humas, Pencegahan, dan Pengaduan. Ibu
Nining menjelaskan secara rinci cakupan kekerasan yang termasuk dalam ranah
PPKPT, mekanisme pelaporan, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan
oleh mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, dosen,
dan pihak kampus untuk memastikan pelaksanaan PPKPT berjalan efektif.
Kegiatan sosialisasi juga menghadirkan anggota Satgas
PPKPT unsur mahasiswa. Najwa Nisriina Khairunnisa memaparkan peran
mahasiswa dalam mendukung implementasi PPKPT, termasuk bagaimana mahasiswa
dapat menjadi pengawas lingkungan kampus yang aman, memahami mekanisme
pelaporan, serta memberikan edukasi kepada rekan-rekannya mengenai tanda-tanda
kekerasan. Najwa menekankan bahwa partisipasi aktif mahasiswa merupakan kunci
keberhasilan Satgas PPKPT dalam menciptakan budaya kampus yang bebas dari
kekerasan.
Sementara itu, Windi Anggraeni berbagi
pengalaman praktis sebagai anggota Satgas PPKPT dan volunteer, termasuk
bagaimana membantu mahasiswa yang ingin melaporkan kekerasan, memberikan
pendampingan, serta memfasilitasi jalur komunikasi antara pelapor dan Satgas.
Windi menyoroti pentingnya peran volunteer dalam mendukung kegiatan pencegahan
dan penanganan kekerasan, sehingga setiap mahasiswa merasa didengar dan aman
dalam melapor.
Kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, yang memberi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bertanya lebih dalam tentang cara melapor bila terjadi kekerasan, hak-hak mereka sebagai mahasiswa, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari di kampus. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mendapat penjelasan langsung dari anggota Satgas PPKPT dan volunteer. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya mendengar informasi, tapi juga dilibatkan langsung dalam membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang
penyampaian informasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh
mahasiswa baru akan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan kampus. Dengan
partisipasi aktif mahasiswa, peran volunteer, serta dukungan penuh dari Satgas
PPKPT, Universitas Pamulang menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan
akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan menjadikan
kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang nyaman untuk
tumbuh dan berkembang secara utuh.
Penulis : Najwa Nisriina Khairunnisa



